Prev
Dalam adegan ini, lelaki yang bertopi adalah Kapten Yunus Yosfiah anggota pasukan khusus Indonesia (Kopassandha, kini dikenal sebagai Kopassus). Seragam-Nya dalam film ini didasarkan pada seragam sebenarnya dari waktu itu. Di Balibo, Yunus Yosfiah dan timnya memakai pakaian preman, biasanya jeans. Foto dari masa itu menunjukkan Kolonel Dading Kalbuadi (topi koboi) sedang berbicara kepada Yunus Yosfiah.
Terdapat tida tim pasukan khusus, masing-masing diberi nama perempuan - Tim Susi, Tim Tuti dan Tim Umi. Pasukan yang menyerang Balibo terdiri Tim Susi dan pasukan biasa yang biasanya dikenal dengan nama Rajawali batalion B. Yosfiah memimpin Tim Susi. Letnan Kiribiantoro memimpin Rajawali B. Seorang saksi mata mengenali Yunus Yosfiah dari foto yang ditujukan pada layar oleh Koronial pemeriksaan resmi.
Koroner menemukan bahwa sangat tidak mungkin untuk silap dalam membedakan dengan pejuang. Mereka jelas mengidentifikasi diri sebagai orang Australia dan sebagai jurnalis. Mereka tak bersenjata dan berpakaian preman. Mereka semua angkat tangan yang pada umumnya diakui sebagai sikap menyerah. Mereka tewas dalam hitungan menit.
Menurut seorang saksi mata, korban ditelanjangi dan kemudian dipakaikan seragam tentara Portugis. Senjata diletakkan di samping tubuh dan difoto dalam upaya untuk manunjukan bahwa para wartawan sebagai sasaran yang sah. Mayat mereka kemudian di Bakar.
Silahkan klik pada link untuk melihat relevan pdf
- Embassy worry - gravedigger (408 kb)
- Gravedigger sycophantic laughter (88 kb)
- PWI propaganda (704 kb)
- Sunardi - BAKIN (448 kb)