Prev
Next
Adegan dari film ini menayangkan pasukan Indonesia selama serangan mereka di Balibo.
Pemerintah Indonesia berdusta mengenai keterlibatan dalam serangan itu. Ditampilkan bahwa serangan itu dilakukan oleh milisi orang Timor pro-Indonesia dan relawan Indonesia. Indonesia memberitahukan pemerintah Australia sebelumnya tentang rencana ini. Pemerintah Australia juga turut berpura-pura.
Dengan menampilkan diri mereka sebagai warga sipil, pasukan Indonesia melanggar hukum konflik bersenjata dengan melanggar larangan kedurhakaan (bertindak sebagai orang sipil). Perturan ini terdapat dalam Peraturan Hague 1907 (Konvensi tentang Hukum Cukai Perang Darat). Juga dalam Protokol Tambahan pada Konvensi Jenewa.
Serangan di Balibo dimulai dengan pemboman artileri berat dari kapal di Batugade pada fajar sekitar pukul 4 pada 16 Oktober 1975. Bersamaan dengan mortir api dari bukit-bukit. Menurut bukti Sabica (Americo Ximenes), saat pemboman dimulai dia pergi dengan beberapa orang pasukan untuk melihat para wartawan sekitar 4:20 pagi. Ketiga wartawan sedang menyuting dari jendela. Sabica berkata, "Ayo, marilah", mengundang mereka untuk pergi dengan dia. Jawaban mereka pada waktu itu , "Aguenta, aguenta" (sebentar, sebentar) dan "Um momento, um momento" (satu menit ). Ketika Sabica berbicara kepada wartawan, pasukan Indonesia belum memasuki kota persegi.
Serangan diluncurkan dari tiga penjuru. Salah satu kelompok masukkan dari jalan Maliana, yang lainnya dari Cova sementara Tim Susi yang dipimpin oleh Yunus Yosfiah berada di garis terdepan di tengah pasukan. Anggota tim Susi tidak mengenakan pakaian seragam. Keempat wartawan muncul dari rumah Cina dengan tangan mereka di udara menunjukan sikap menyerah. Mereka semua memakai pakaian preman. Brian Peters yang berada di depan.
Para wartawan tidak silap untuk pejuang. Selain itu, jelas mereka mengidentifikasi diri merfeka sendiri sebagai Australia dan sebagai jurnalis. Yunus Yosfiah berada sekitar satu meter di depan timnya menghadapi Brian Peters. Ia mengeluarkan api dari senjatannya bersamaan dengan anggota timnya. Tembakan hanya berlangsung beberapa menit. Mayat kelima wartawan dikenakan seragam militer, senjata diletakkan di sebelah mereka, dan kemudian difoto untuk menujukan seakan akan mereka sasaran yang sah.
top