School of Humanities and Social Sciences (HASS)

Prev

Next

Adegan dalam dari film, Horta dapat didengar berkata "Fernando, hau tenki Fila." (Fernando, saya harus kembali). "Fernando" merujuk kepada Fernando Carmo, seorang komadan militer Fretilin yang berkompeten yang pernah menjadi tentara Portugis. Carmo terbunuh pada penyerangan bulan Desember 1975 ketika ia mencoba semampu mungkin untuk menyelamatkan Roger East. Dia dan tim pembebasnya dihadang di jalan menuju pelabuhan oleh pasukan Indonesia. Jumlah besar dan persenjataan yang canggih, mengakibatkan kematian Fernando Carmo yang mengandalkan satu lawan satu dengan tangan.

Adegan telepon berfungsi untuk mengingatkan bahwa pentingnya alat komunikasi antara Timor Leste dan masyarakat dunia selama pendudukan. Yang penting adalah bahwa link yang dibangun oleh aktivis Australia secara ilegal adalah sebuah radio antara Northern Territory dan Timor Leste. Warwick Neilley, pemimpin persatuan buruh dari Australia Utara (kemudian menjadi bagian Miscellaneous Workers Union), membeli beberapa Side Single Band (SSB) radio dari toko di Darwin. Beberapa dikirim kepada Fretilin di Dili, guna melancarkan komunikasi melalui Outpost Radio, VJY Darwin. Setidaknya satu radio disimpan di Darwin untuk kasus darurat. Fretilin membuat siaran malam, yang dikenal sebagai Radio Maubere, di band AM.

Setelah invasi Indonesia dimulai, gerakan perlawanan Timor Leste mengunakan sebuah SSB yang terpasang di belakang sebuah keledai. Pada bulan Desember 1975, pemerintah Fraser memerintahkan agar tranmisi dihentikan. Brian Manning dan rekan-rekannya dalam Partai Komunis Australia kemudian dihadapkan pada tugas untuk mendirikan jaringan komunikasi alternatif. Masalahnya adalah bahwa walaupun legal untuk mendengarkan siaran Radio Maubere, adalah ilegal di bawah undang-undang Australia untuk penyiaran dari wilayah Australia tanpa ijin. Partai Komunis memperalat sebuah jaringan Toyota Coaster agar terlihat seperti kendaraan wisata, lengkap dengan perahu kecil pada atap dan jejak sepeda di bagian belakang. Seorang aktivis akan melakukan penyiaran dari situ selama perjalanan seputar Australia sebagai turis.

Permainan kucing dan tikus dengan otoritas federal tetap berlanjut. Kadang-kadang siaran tertangkap dan radio disita, lain waktu dia akan menghindarinya dengan kecurangan. Jaringan Partai Komunis mengadopsi lebih banyak taktik, mencari relawan yang handal, tidak dikenal di Northern Territory dan mampu beroperasi secara independen. Setiap sukarelawan bekerja secara menyendiri selama enam bulan sebelum menyerahkannya ke sukarelawan berikutnya. Mereka mendapat empat relawan seperti itu dari Negara bagian selatan Australia.

Proyek radio ilegal berakhir pada bulan terakhir tahun 1978. Menurut seorang wartawan Indonesia yang meniringi operasi militer mereka, peperangan pada tanggal 23 September 1978 yang disusul dengan penankapan Alarico Fernandes dan radio Fretilin. Pemimpin militer perlawanan bersenjata, Nicolau Lobato, terbunuh pada 31 Desember 1978. Dengan wafatnya dan hilangnya radio, aktivis Australia tidak lagi menerima berita dari Timor Leste. Aktivis terus tontonan pendengaran, memindahkannya setiap hari dari Senin hingga Sabtu pada pukul 8:00 - dan sering kali. Setelah lebih dari satu tahun, mereka berhenti karena tidak ada lagi yang terdengar.

Silahkan klik pada link untuk melihat relevan pdf

top