School of Humanities and Social Sciences (HASS)

Prev

Next

Adegan ini memerankan kembali episode sebetulnya di Hotel Turismo ruang makan dan di foto oleh Bob hannan pada bulan September 1975. Menunjukkan penentuan rakyat Timor Leste untuk mencapai kemerdekaan. Banyak pengunjung asing yang melakukan perjalanan ke Timor Leste sebelum invasi Indonesia akan berkampanye untuk kemerdekaan selama dua puluh empat tahun karena mereka diyakinkan dengan keinginan akan sebuah kemerdekaan tulus dan teguh.

Ken Fry, seorang anggota senat Partai Buruh Australia, berkunjung ke Timor Leste dan keluar dengan penhargaan mendalam terhadap Timor Leste untuk menyatakan kemerdekaan. Dia terus mendukung selama masa jabatan dan juga setelah masa jabatannya. Pentingnya kunjungan itu tidak dapat ditambah tambah: dia akan terus-menerus medukung selama periode yang paling sulit dari perjuangan kemerdekaan dengan keyakinan bahwa masyarakat Timor Leste sanggat menginginkan kemerdekaan.1

Fry tidak sendirian. Dua pemersatu pedagan Northern Territory (Lai Con Liong, kelahiran Timor dari orantua Cina, dan Brian Manning, anggota serikat perdagangan buruh dan anggota Partai Komunis Australia) terbang ke Baucau pada tanggal 19 Mei 1975. Dari sana, mereka terbang ke Dili dengan pesawat terbang ringan, mengamati kegiatan, mengambil foto dan bertemu banyak pemimpin Timor Leste. Pada kembalinya mereka, Manning menyirkulasikan foto-foto yang diambilnya ke jurnal serikat buruh dan Tribune, surat kabar dari Partai Komunis Australia. Sebagai sekertaris federasi buruh cabang pasisir Darwin ' dan pendiri Sekretaris dewan Perdagangan dan Tenaga Kerja Darwin (1971-74), dia juga memiliki banyak koneksi dalam gerakan serikat buruh. Seperti halnya Ken Fry, beliau juga terus-menerus selama dua puluh empat tahun dengan keyakinan bahwa masyarakat Timor Leste sanggat menginginkan kemerdekaan.2

1 komunikasi pribadi, 2004.

2 komunikasi pribadi, 2004.

top