School of Humanities and Social Sciences (HASS)

Prev

Next

Jose Ramos-Horta memberikan arsip kepada Roger East di tempat ini. Nantinya, East membaca isinya, termasuk sejumlah dokumen yang terklasifikasi. Dokumen seperti ini berada di dalam sirkulasi pemerintah Australia dan birokrasi pada waktu itu dan seterusnya. Beberapa yang diklasifikasi kemudian dibocorkan ke media.

Ada episode menarik yang mengilustrasikan sejauh mana pemerintah Australia berupaya untuk mencegah pengetahuan umum akan diplomasinya. Pada tahun 1980, upaya telah dilakukan untuk menerbitkan buku yang disebut Dokumen Pertahanan Australia dan Kebijakan Luar Negeri 1968-75. Yang berisikan beberapa masukan tertulis oleh para birokrat senior Australia kepada Gorton, McMahon, dan pemerintah Whitlam. Sebagian besar bahan direproduksi di dalam buku ini berasal dari Departemen Pertahanan, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan, atau dari badan-badan terkait seperti Komite Intelijen Nasional. Yang paling sensitif adalah dokumen yang berhubungan dengan diplomasi terhadap pemerintah Indonesia sebelum invasi ke Timor Leste.

Masalahnya adalah bahwa sebagian masyarakat menentang kebijakan pemerintah. Pemerintah berusaha untuk menyembunyikan kebijakan dimana - semua rencana Indinesia diketahui sepenuhnya jauh sebelum dilaksanakan - dari publik Australia. Dua surat kabar di Fairfax pers di Australia, Sydney Morning Herald dan The Age, yang dijadwalkan untuk mempublikasikan tiga rangkaian ekstrak dari buku tersebut pada tanggal 8 September 1980. Beberapa jam sebelum extrak pertama dipublikasikan, pemerintah Australia mendapat embargo terhadap kedua surat kabar dariMahkamah Agung Australia. Angsuran pertama dari ekstrak dimuat di dalam edisi pertama di kedua koran, namun ditarik dari semua edisi selanjutnya.

Pada hari berikutnya, embargo terhadap penerbit; pada hari berikutnya, embargo terhadap distributor. Sejumlah porsi yang sudah dicetak sudah terjual ke perdagangan buku, dan beberapa buku dijual kembali kepada publik. Apabila aplikasi embargo diketahui umum, pemerintah Australia menyatakan bahwa ada alasan keamanan nasional untuk mencegah publikasi. Dengan memicu pada bagian 79 Undang-undang Kejahatan dan bagian 41 dan 42 dari Undang-Undang Hak Cipta. Embargo pemerintah gagal dengan dasar keamanan nasional tetapi berhasil atas dasar dari hak cipta (karena materi itu milik pemerintah Australia). Buku tersebut kemudian ditarik dari penjualan. Semua salinan yang tak terjual yang masih ditangan penerbit diserahkan kepada pemerintah dan kemudian dimusnahkan, meskipun demikian beberapa perpustakaan masih ada kopi. Pada tahun 1982, penerbit menerbitkan Rahasia Negara, yang berisi banyak kutipan dari buku yang dilarang, dan disertai dengan analisis. Buku ini tidak dapat dilarang untuk alasan apapun.

Mengenai arsip, perlu diperhatikan bahwa pemerintah Australia menyiapkan arsip mengenai anggota Fretilin untuk memblokir mereka masuk ke Australia.

Silahkan klik pada link untuk melihat relevan pdf

top