School of Humanities and Social Sciences (HASS)

Prev

Next

Adegan dalam film ini juga terjadi di dermaga. Anak tersebut didasarkan pada karakter sebenarnya- putra Isabel Lobato dan perdana menteri Fretilin Nicolau Lobato.

Berikut adalah apa yang terjadi1:

Pada tanggal 8 Desember 1975, setelah pukul 0800h: Isabel Lobato (istri perdana menteri Fretilin Nicolau Lobato), anggota Fretilin dan anggota keluarga Fretilin dikawak ke pelabuhan. Menurut seorang saksi mata:

Orang yang saya lihat di bawah sana [di pelabuhan] itu Senhora Isabel. Anaknya menangis saat itu, masih menarik rok ibunya. Kemudian Rosa Bonaparte, Borja da Costa dan orang lain [dibawa ke pelabuhan]. Ada tiga atau empat orang.

Saksi mata lain menyatakan bahwa ia melihat puluhan mayat di pelabuhan termasuk Isabel Lobato, yang tertembak di bagian belakang.

Pada pukul 1400h, lima puluh sembilan orang, beberapa orang Cina dan beberapa orang Timor, dibawa ke dermaga. Prajurit Indonesia memerintahkan mereka untuk berdiri ditepi dermaga dan menghadap ke laut. Kebanyakan dari mereka berlutut memohon kepada para prajurit untuk hidup mereka. Prajurit menembaki mereka semua satu per satu, memrintahkan keramaian yang berjumlah sekitar 500 orang untuk menghitung dan mereka melakukannya. Prajurit berdiri setelah orang jatuh ke dalam air dan menembaki mereka jika ada tanda tanda masih. Orang terkemuka di dermaga (dan diperankan kembali dalam film):

Para prajurit menjarah rumah-rumah, gereja dan Seminari. Mereka membakar buku-buku, mengambil mobil, sepeda motor, radio, marbel, peralatan makan, bahkan jendela ke pelabuhan dan menempatkannya di kapal ikat Indonesia. Mereka berulang kali menggeroyok gadis muda dalam truk dan membawa mereka untuk di perkosa. Mereka menembak atau memukul siapa saja yang menolak untuk menyerahkan anak perempuan mereka. Sebagaiman pemimpin-pemimpin Timor Leste biasanya dikubur dengan beberapa perhiasan, tentara Indonesia menggali kuburan untuk mencari uang. Mereka juga menggali kuburan dari imam (Bapa Martins) dan mengambil gigi emasnya.

1 Lihat Chega 2005, Final Report 7,2 haram dan pembunuhan Enforced Disappearances, hal 41-2.

top